Skip to main content

Informasi Tulungagung: Goa Sidem di Kawasan Pantai Sidem, Kesyirikan di Goa Sidem di Tulungagung Jawa Timur

Goa yang kecil nampak mungil ini (Goa Sidem) merupakan Goa yang disakralkan di Sidem. Goa ini nampak di dalamnya tempat untuk sesajen dalam acara kesyirikan. Ternyata keindahan Goa Sidem ini, dirusak oleh praktek kesyirikan. Betapa hal ini merupakan suatu kesesatan yang nyata. 

Kesyirikan, dan praktek syirik seperti ini tidaklah pantas dilakukan di Bumi Alloh. Seluruh hamparan daratan yang kita pijak, lautan yang luas, gunung-gunung yang tinggi merupakan Bumi Alloh. Tidaklah pantas, kesyirikan itu ada di dunia ini. Oleh karena itu, jika kita melihat kesyirikan, rumusnya ubahlah dengan tangan, jika tidak bisa dengan lisan, jika tidak bisa dengan hati. Nah setelah hati...tidak ada lagi keimanan, karena seseorang yang merubah dengan hatinya itulah selemah-lemah iman.

Goa Sidem

Kesyirikan merupakan kemungkaran yang terbesar. Jadi, jika kita melihat kesyirikan hal itu merupakan kewajiban kita untuk merubahnya baik dengan tangan, atau dengan lisan, maupun dengan hati. Pengingkaran kemungkaran dengan hati, menuntut seseorang untuk tidak duduk2 bersama dengan acara kesyirikan. Hal itulah yang perlu kita perhatikan?? sudahkah kita merubah kemungkaran???

Rasulullah Shalallohu 'Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa diantara kamu yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika ia tidak mampu, maka mubahlah dengan lisannya; dan jika tidak mampu, (ubahlah) dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman.” (HR Bykhari, Muslim, dan Ashabus Sunan).
Rasulullah Shalallohu 'Alaihi Wassalam bersabda: “Sesungguhnya manusia, jika mereka melihat kemunkaran, sedangkan mereka tidak mengubahnya, maka datanglah saatnya Allah menjatuhkan siksa-Nya secara umum. (HR Abu Dawud)


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan, wajib hukumnya mengingkari kemungkaran. “Hanya hal itu dilakukan sesuai dengan kemampuan untuk melakukannya. Adapun meningkari dengan hati adalah suatu yang mesti, apabila tidak diingkari dengan hati maka hal itu merupakan dalil (bukti) atas hilangnya iman di hati
seseorang.” (Ibnu Taimiyah, Manhaj Da’wah Salafiyah, th. 2001 hal. 17)


Goa Sidem; Goa di kawasan Wisata Pantai Sidem

Goa Sidem
Tampak ujung dari Goa Sidem terdapat jalan buntu, tetapi anda dapat menapaki batu-batu, untuk naik ke atas. Karena isu2 adanya gas metana, maka goa ini jarang ada yang berani yang masuk. Begitu pula termasuk isu keangkeranya. Alhamdulillah, kami dapat memasukinya dan ternyata tentang isu tentang gas metana itu tidak ada.. tetapi yang menjengkelkan hati yaitu adanya altar persembahan. Semoga tulisan ini, dapat menjadi sesuatu yang membangkitkan diri anda untuk bangkit dan menepis kesyirikan.


Stop Kesyirikan di Goa Sidem

Syirik adalah lawan tauhid, maka tidak ada tauhid bila syirik terdapat pada diri seseorang. Orang yang berbuat syirik akbar dengan sengaja tanpa ada unsur paksaan maka dia itu musyrik, baik laki-laki atau perempuan, baik mengaku Islam atau tidak. 

Kalau ada yang berkata:
“Kenapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Alloh  Subhanahu Wa Ta’ala, tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya tetap dikatakan musyrik?”
Jawab:
Di dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang diperintahkan bukan ibadah kepada Alloh, tapi beribadah kepada Alloh dan meninggalkan syirik, yaitu memurnikan ketundukan hanya kepada-Nya. 

Laa ilaaha illallaah menuntut orang muslim dari menafikan empat hal, yaitu: 
  • Arbab,
  • Alihah,
  • Andad 
  • Thaghut. 

Alihah

Alihah adalah kata jamak dari ilah yang artinya tuhan. Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan secara khusus tentang definisi ilah atau Tuhan ini: “Sesuatu yang engkau tuju dengan suatu hal dalam rangka tolak bala atau meminta manfaat”.

Contoh:


  • Batu besar… batu dituju oleh orang dengan suatu hal (yaitu sesajian atau yang sejenisnya), berarti batu itu dituju oleh orang dengan maksud meminta manfaat atau meminta dijauhkan dari bala (bencana). Maka di sini batu itu telah menjadi ilah selain Alloh atau telah dipertuhankan selain Alloh.
  •  Pohon besar… orang datang ke pohon itu dengan membawa sesajian atau berupa sembelihan atau yang semisalnya. Maka ini pasti ada maksudnya, karena tidak mungkin orang membawa atau menyimpan sesaji-sesajian di pohon tersebut tanpa ada maksud, sedang ini tidak akan lepas dari dua hal: minta untuk penolakan bala atau minta manfaat. Ini berarti pohon tersebut telah diperlakukan sebagai ilah (tuhan) selain Alloh oleh orang tersebut. 
  • Kuburan… ia di tuju oleh orang dengan suatu permintaan, dan ini tidak akan lepas dari dua hal, jika tidak meminta manfaat maka ia minta ditolakkan dari bala, ketika orang datang ke kuburan yang dikeramatkan itu maka berarti dia telah menjadikan kuburan tersebut sebagai ilah (tuhan) selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  • Jin… ketika orang mau membangun sebuah rumah, kemudian ada yang mengatakan bahwa tanah atau daerah yang akan dipakai untuk membangun rumah tersebut ada “penunggunya”, lalu orang yang membangun rumah tersebut segera membawa sembelihan ayam atau ternak apa saja untuk dikuburkan di tanah tersebut. Berarti di sini, dia menuju ke yang menunggu tersebut (jin) dengan sesuatu hal (tumbal sembelihan) dengan maksud agar ketika menempati rumah tersebut dia tidak diganggu oleh jin si penunggu tersebut… dan contoh lain yang mana antum jug bisa mengetahuinya jika dihubungkan dengan realita.

Jika orang tidak mengetahui bahwa ketika dia membuat tumbal atau sesajian itu adalah bentuk penuhanan selain Alloh, atau bentuk mempertuhankan selain Alloh, maka berarti sebenarnya dia belum memahami makna laa ilaaha illallaah, dan jika dia belum memahami makna laa ilaaha illallaah maka dia itu belum muslim.
Oleh karena itu aneh sekali apabila ada orang yang mengudzur para pelaku syirik akbar karena kebodohan, karena justeru di antara syarat laa ilaaha illallaah adalah memahami atau mengetahui makna laa ilaaha illallaah. Sedangkan jika orang melakukan kemusyrikan karena ketidaktahuannya berarti dia belum memahami makna laa ilaaha illallaah, dengan kata lain dia belum merealisasikan salah satu syarat laa ilaaha illallaah, yaitu al ilmu, dan jika demikian maka Islamnya belum sah.

Ini adalah makna Alihah, kata jamak dari ilah yang artinya tuhan-tuhan selain Alloh, yaitu orang dituntut untuk meninggalkan atau berlepas diri dari pada ilah-ilah atau tuhan-tuhan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan ketika orang mengucapkan laa ilaaha illallaah akan tetapi dia belum meninggalkan hal-hal tadi maka dia belum mengamalkan laa ilaaha illallaah ini.

Arbab
Arbab adalah kata jamak dari rabb yang artinya pengatur, maka dari itu Allah disebut Rabbul ‘alamin yang artinya Tuhan Pengatur alam semesta.
Rabb adalah pengatur. Ini berarti berhubungan dengan aturan atau undang-undang. Karena Alloh yang menciptakan alam semesta, maka Alloh-lah yang berhak menentukan hukum, baik itu hukum kauni (hukum alam) maupun hukum syar’iy, karena Alloh adalah Rabbul ‘alamin…
Sebagai konsekuensi daripada laa ilaaha illallaah, maka kita harus menafikan rububiyyah (pengaturan) dari selain Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, tidak ada yang berhak untuk mengatur, tidak ada yang berhak untuk menentukan hukum, aturan, undang-undang selain Alloh, karena Alloh adalah Rabbul ‘alamin…

Ketika sifat ini diberikan kepada selain Alloh, maka ini berarti telah memberikan salah satu sifat Alloh kepada makhluk-Nya. Jadi, orang yang mengklaim bahwa dirinya berhak untuk membuat hukum atau undang-undang maka berarti dirinya itu telah memposisikan dirinya sebagai Tuhan. Dan orang yang mengikuti aturan orang yang mengklaim berhak membuat hukum tersebut berarti telah beribadah kepada kepada si arbab (para pengaku tuhan selain Alloh) tersebut.
Kita akan mengetahui makna rabb dari firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini:
 “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa, tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. 
(QS. At Taubah: 31)
Dalam ayat ini Alloh memvonis orang Nashrani dengan lima vonis:
  • Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib
  • Mereka telah beribadah kepada selain Alloh, yaitu kepada alim ulama dan para rahib
  • Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah
  • Mereka telah musyrik
  • Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rabb.

Imam At Tirmidzi meriwayatkan, bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim (seorang sahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam), ‘Adiy Ibnu Hatim ketika mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi, maka ‘Adiy mengatakan : “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah beribadah kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”, Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah; kenapa Allah memvonis kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. Maka Rasul mengatakan: “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang telah Alloh haramkan terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. Lalu ‘Adiy menjawab: “Ya”, Rasul berkata lagi:Itulah bentuk peribadatan  mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib).
Jadi, orang-orang Nashrani merasa bahwa yang namanya ibadah itu adalah shalat, ruku,  sujud, mereka tidak merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah sebagai bentuk kemusyrikan, mereka juga tidak menyadari bahwa sikap setuju dan mengikuti dalam pengharaman apa yang telah Alloh halalkan dan penghalalan apa yang Alloh haramkan itu adalah sebagai bentuk kemusyrikan.
Di antara faidah yang bisa diambil dari hadits di atas adalah bahwa vonis MUSYRIK di dalam ayat tersebut bukanlah dengan sebab mereka shalat atau sujud kepada alim ulama dan para rahib mereka, akan tapi dikarenakan ketika alim ulama membuat hukum atau mengaku berhak membuat hukum, terus hukumnya diikuti, ditaati dan di komitmeni oleh orang-orang yang ada di bawahnya, maka Allah memvonis hal itu sebagai bentuk peribadatan. Jadi yang namanya arbab itu adalah yang membuat hukum selain Alloh atau yang mengaku berwenang membuat hukum selain Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Arbab adalah tuhan-tuhan pengatur yang membuat hukum selain Alloh, dan dalam surat At Taubah: 31 ini alim ulama dan para rahib adalah mereka yang membuat hukum di samping Alloh ta’ala, kemudian hukum buatannya itu diikuti oleh orang-orang Nashrani tersebut, maka perbuatannya ini (membuat hukum) artinya telah memposisikan dirinya sebagai arbab (tuhan-tuhan pengatur selain Alloh). Sedangkan orang yang mengikuti hukum tersebut atau komitmen untuk mentaatinya dan merujuk kepada hukumnya itu maka Allah memvonisnya sebagai orang-orang yang telah beribadah kepada alim ulama (ahli ilmu) dan para rahib (para pendeta), atau dengan kata lain Alloh memvonisnya sebagai orang musyrik.
Jadi, konsekuensi daripada Laa ilaaha illallaah ini adalah berlepas diri dari segala pembuat hukum selain Allah dan berlepas diri dari setiap hukum selain yang bersumber dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka jika orang tidak memahami bahwa penyandaran hukum kepada selain Allah itu adalah termasuk kemusyrikan dan termasuk pelanggaran terhadap Laa ilaaha illallaah berarti keislamannya belum sah.
  
Andad
Andad adalah kata jamak daripada nidd yang artinya tandingan, maksudnya di sini adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Islam (tauhid), dan ini bisa berbentuk harta, isteri, anak, suku/adat atau tanah air.
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala befirman:
“Janganlah kamu menjadikan andad selain Alloh sedangkan kamu mengetahui”(QS. Al Baqarah [2]: 22)
Contoh:Seorang ayah punya anak yang sakit, dia sudah berobat ke mana-mana, kemudian dia putus asa dan akhirnya karena ada yang menyarankan untuk pergi ke dukun akhirnya dia pergi ke dukun tersebut dan diapun mengikuti apa yang disarankan si dukun itu, maka si anak ini telah menjadi andad bagi si ayah yang menjerumuskannya ke dalam kekafiran, dan ketika dia mengikuti apa yang disarankan si dukun demi kesembuhan anaknya itu, maka berarti dia sudah keluar dari Islam karena sudah melanggar laa ilaaha illallaah.
Contoh:Atau umpamanya orang tahu bahwa demokrasi itu syirik, sumpah untuk loyalitas kepada hukum thaghut itu syirik, akan tetapi karena gaji bulanan dan berbagai tunjangan yang menggiurkan, akhirnya dia mengikrarkan sumpah setia kepada hukum thaghut ini supaya mendapakannya. Ini berarti kecintaan kepada dunia telah memalingkan dia dari tauhid dan Islam, dunia telah menjadi andad bagi dia.
Sebagai konsekuensi daripada laa ilaaha illallaah, maka orang harus menjauhi hal-hal seperti itu, jangan sampai hal tersebut memalingkan orang daripada tauhid…
Thaghut
Laa ilaaha illallaah menuntut untuk menafikan dan berlepas diri dari thaghut. Thaghut diambil dari kata thughyan yang artinya melampaui batas.
Batas makhluk adalah beribadah, batas makhluk adalah mengikuti aturan Alloh, batas makhluk adalah memutuskan dengan hukum Alloh, batas makhluk adalah berposisi di batas makhluk, tidak mengklaim atau mengaku mengetahui hal yang ghaib apalagi memposisikan diri sebagai Tuhan atau mengklaim berwenang membuat hukum. Batas makhluk adalah mengajak untuk beribadah kepada Alloh.
Ketika batas ini dilampaui; di mana orang yang seharusnya mengajak untuk beribadah hanya kepada Alloh tapi dia malah mengajak untuk membuat tumbal, sesajian, atau untuk melaksanakan hukum buatan manusia atau untuk mengikuti sistem selain syari’at Alloh atau mengajak untuk menganut idiologi selain ajaran Islam, maka hal itu adalah thaghut.
Begitu juga orang yang seharusnya mengikuti aturan Alloh, tapi dia malah membuat hukum selain hukum yang Alloh turunkan, maka si pembuat hukum itu juga adalah thaghut.
Orang yang seharusnya memutuskan dengan apa yang Alloh turunkan ─karena dia sebagai makhluk Alloh─, akan tetapi dia malah memutuskan dengan selain apa yang Alloh turunkan maka dia juga adalah thaghut.
Alloh menetapkan bahwa pengetahuan terhadap yang ghaib itu hanya milik Alloh, akan tetapi ketika orang mengklaim bahwa ia mengetahui hal yang ghaib, maka ia telah memposisikan dirinya sebagai tuhan dan dia telah melampaui batasannya sebagai makhluk, sedangkan konsekuensi daripada laa ilaaha illallaah adalah kita harus menafikan hal-hal tersebut.
Jadi firman Alloh:
 “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadati kecuali Alloh”(Muhammad: 19),
adalah penegasan prihal kewajiban untuk mengetahui kandungan makna kalimat tauhid ini, yang mana ini adalah syarat sah baginya, sebagaimana yang disabdakan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
“Siapa yang mati sedangkan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadati selain Alloh, dia pasti masuk surga” 
(HR Muslim)


Comments

Popular posts from this blog

ATM BNI, Cara menggunakan ATM BNI, Langkah-langkah ambil uang di ATM BNI, Cara Transfer di ATM BNI

ATM merupakan 3 huruf yang akrab sekali di kalangan mahasiswa, atau seseorang yang supersibuk dengan mobilitas tinggi dalam transaksi jarak jauh. ATM seringkali menjadi tempat pilihan bagi setiap orang yang menginginkan transaksi mudah dan cepat, serta tidak perlu sibuk-sibuk menunggu di gedung resmi bank, atau tidak perlu juga berhadapan dengan SATPAM, yang selalu ramah menyapa nasabah, tidak perlu cermat dalam melihat nomor antrian dll. ATM merupakan Automatic Teller Machine, yang menjadi perwakilan bank dalam melayani anda dimanapun anda berada.  


ATM BNI
ATM BNI kerapkali kita temui sebagai ATM yang memiliki corak yang khas dengan warna dominan orange dan hijau. ATM BNI ini merupakan salah satu fasilitas yang diadakan oleh BANK BNI ataupun BNI syari'ah untuk melayani nasabahnya dalam kemudahan bertransaksi.
Untuk sementara ini, seluruh ATM BNI yang dipakai dapat dilakukan transaksi yang berhubungan dengan BNI konvensional, dan BNI syari'ah serta beberapa bank yang masuk ker…

ATM BRI | Cara Menggunakan ATM BRI | Langkah-langkah mengambil uang di ATM BRI | Cara Transfer melalui ATM BRI

ATM BRI merupakan salah satu fasilitas yang dibikin oleh BANK BRI untuk mempermudah nasabah dalam mengambil uang atau transfer kapan pun,, dimanapun selama ada ATM BRI hal itu dapat dilakukan.


Sudah banyak dari kita mengetahui apa itu ATM, apa Kepanjangan ATM, maka dalam pembahasan kali ini kami tidak akan mengulanginya lagi,, karena singkatan ATM begitu tidak asing lagi di telinga kita. 



Cara Mengambil uang melalui ATM BRI Masukkan kartu ATM AndaPilih Bahasa,(Tips Aman Bertransaksi di ATM) Tekan LANJUTKANMasukkan PIN AndaPilih Nominal Uang yang anda ingin ambil, jika pilihan uang yang anda ambil tidak ada, pilih Transaksi LAINYA.





1.) Masukkan Kartu ATM BRI Anda,

Perhatikan arah memasukkan Kartu BRI Anda,, kurang lebih lihat foto di bawah ini,, Jika anda salah / keliru dalam memasukkan, maka otomatis mesin akan menolak kartu anda. Tetapi jika anda benar dalam mengarahkan masuknya kartu ke mesin ATM BRI,, maka anda akan mendapati 2 kemungkinan,, kemungkinan pertama kartu anda akan mudah …

Informasi Transportasi: Rute Perjalanan Bus Harapan Baru Banyuwangi-Trenggalek; dan Informasi Tarif

Bus Harapan Baru  ada mempunyai trayek perjalanan antara Trenggalek - Banyuwangi. Artikel tentang Informasi Transportasi kali ini saya tulis perihal informasi yang saya punya tentang rute perjalanan Bus Harapan Baru Trenggalek-Banyuwangi. Kita telah mengetahui bersama, bahwa informasi tentang alat transportasi itu sangat penting untuk diketahui oleh pemudik. Pengetahuan tentang informasi sebuah alat transportasi membuat pemudik lebih siap dalam mengarungi perjalananya seperti menyiapkan jumlah uang yang harus dibawa, kemana dia harus turun, serta memperkirakan lamanya perjalanan.



Bagi kalian para mahasiswa yang kuliah di Jember (Unej) dan sekitarnya..maka nama bus ini mungkin tidak asing lagi kedengarannya.. terutama bagi mahasiswa yang berasal dari Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan sekitarnya. Karena bagi anda terdapat 2 pilihan perjalanan dengan menggunakan bus atau menggunakan kereta api. Kalau anda menggunakan bus, anda bisa memakai Bus Harapan Baru, atau bisa juga memakai Bus …