Skip to main content

Apa Saja Puasa Sunnah itu??




“Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman: 
Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa
sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya
puasa adalah perisai
maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka 

#janganlah ia berkata-kata keji, 
#dan janganlah berteriak-teriak, 
#dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, 

apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: 
Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Alloh pada hari kiamat dari wangi kesturi, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Robbnya ia berbahagia dengan puasanya.” 
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Sahl bin Sa’ad ra, dari Nabi Saw  (bahwa beliau) bersabda: 
Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Royyan orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya” 
(HR Bukhari 4/95 dan HR.Muslim No. 1152)

Puasa sunnah banyak sekali macamnya, berikut ini akan saya uraikan jenis-jenis puasa sunnah bedasarkan hadits shahih dan keutaman-keutamaannya :

Puasa sunnah senin dan kamis
  • Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah ra bahwa Rasululloh Saw ditanya tentang puasa pada hari senin? Maka beliau menjawab:“itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya,dan aku diutus,atau diturunkan kepadaku (wahyu).” (HR. Muslim No.1162).
  • Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab:  “adalah beliau senantiasa menjaga puasa pada hari senin dan kamis”  (HR. Tirmidzi No. 745, Ibnu Majah No.1739, An-Nassai No. 2187, Ibnu Hibban No. 3643.  Dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah).
  • Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Muhammad Saw berpuasa pada hari senin dan kamis. Lalu ada yang bertanya, sesungguhnya engkau senantiasa berpuasa pada hari senin dan kamis? Beliau menjawab:  “dibuka pintu-pintu surga pada hari senin dan kamis,lalu diampuni (dosa) setiap orang yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun, kecuali dua orang yang saling bertikai, dikatakan: biarkan mereka berdua sampai keduanya berbaikan.” (HR.Tirmidzi No.2023, Ibnu Majah No. 1740, dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Puasa Dawud ‘Alaihissalam
  • Berdasarkan hadits yang datang dari Abdulloh bin Amr bin ‘Al-Ash radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Saw bersabda,  “puasa yang paling dicintai Alloh Swt adalah Puasa Dawud, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari. Dan shalat yang paling dicintai Alloh adalah shalatnya Dawud, beliau tidur dipertengahan malam, lalu bangun (shalat) pada sepertiga malam,dan tidur pada seperenamnya.” (HR. Bukhari  No. 3238 dan HR. Muslim No.1159)
  • Dalam riwayat lain Rasululloh Saw bersabda,  “tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Dawud Alaihisssalam, setengah  tahun, berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR.Bukhari No.1879 dan HR.Muslim No.1159)
Puasa 6 hari dibulan syawal.
  • Berdasarkan hadits Abu Ayyub Al-Anshari bahwa Rasululloh Saw bersabda:  “barangsiapa yang berpuasa ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari dibulan syawwal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.”(HR. Muslim No. 1164 )
  • Rasulullah Saw bersabda: “berpuasa ramadhan seimbang dengan sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari seimbang dengan dua bulan, maka yang demikian itu sama dengan berpuasa setahun.” (HR. Nasaai dalam Al-kubra No.2860, Al-Baihaqi (4/293), dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’ (4/107).
Puasa Arafah
  • Berdasarkan hadits Abu Qatadah ra bahwa Rasululloh Saw ditanya tentang puasa pada hari arafah, Beliau menjawab:  “menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim No.1162)
  • Kecuali bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan ibadah haji,maka tidak dianjurkan berpuasa pada hari itu. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas ra bahwa Rasululloh Saw berbuka di Arafah, Ummul Fadhl mengirimkan segelas susu kepada beliau ,lalu beliau meminumnya.” (HR.Tirmidzi No. 750, dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)
  • Juga diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar ra bahwa beliau ditanya tentang hukum berpuasa pada hari Arafah di Arafah? beliau menjawab”  “Aku menunaikan ibadah haji bersama Nabi Saw dan beliau tidak berpuasa pada hari itu, aku bersama Abu Bakar ra beliau pun tidak berpuasa padanya, aku bersama Umar dan beliau pun tidak berpuasa padanya, aku bersama Utsman dan beliau pun tidak berpuasa padanya. Dan akupun tidak berpuasa padanya, dan aku tidak memerintahkannya dan tidak pula melarangnya.” (HR. Tirmidzi No. 751. Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi).
Puasa tiga hari dalam sebulan
  • Berdasarkan hadits Abdulloh bin Amr bahwa Rasululloh Saw berkata kepadanya:  “Dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya, maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR Bukhari No.1874 dan HR. Muslim No.1159)
  • Juga diriwayatkan oleh Aisyah ra bahwa beliau ditanya oleh Mu’adzah Al-Adawiyyah: apakah Rasululloh Saw senantiasa berpuasa tiga hari dalam setiap bulan? Maka beliau menjawab: iya. Lalu ditanya lagi: pada hari yang mana dari bulan tersebut? Beliau menjawab:  “beliau tidak peduli dihari yang mana dari bulan tersebut ia berpuasa.” (HR.Muslim No. 1160)
  • Hadits ini menjelaskan bahwa diperbolehkan pada hari yang mana saja dari bulan tersebut ia berpuasa, maka ia telah mengamalkan sunnah.Namun jika ia ingin mengamalkan yang lebih utama lagi, maka dianjurkan untuk berpuasa pada pertengahan bulan hijriyah, yaitu tanggal 13,14 dan 15. Hal ini berdasarkan hadits yang datang dari Abu Dzar ra bahwa Rasululloh Saw bersabda:  “wahai Abu Dzar,jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan,maka berpuasalah pada hari ketiga belas,empat belas dan lima belas.”  (HR.Tirmidzi No.761, An-Nasaai No. 2424, Ahmad, 5/162, Ibnu Khuzaimah No. 2128, Al-Baihaqi: 4/292. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’:4/101-102). Puasa tiga hari dipertengahan bulan ini disebut dengan hari-hari putih. Dalam riwayat lain dari hadits Abu Dzar ra beliau berkata:  “Rasululloh Saw memerintah kami untuk berpuasa tiga hari-hari putih dalam setiap bulan: 13,14 dan 15.” (HR. Ibnu Hibban No. 3656). disebut sebagai “hari-hari putih” disebabkan karena malam-malam yang terdapat pada tanggal tersebut bulan bersinar putih dan terang benderang. (lihat: fathul Bari:4/226)
  • Yang lebih menunjukkan keutamaan yang besar dalam berpuasa pada hari-hari putih tersebut, dimana Rasululloh Saw tidak pernah meninggalkan amalan ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:  “adalah Rasulullah Saw  tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih, baik diwaktu safar maupun disaat mukim.” (HR. At Thabarani, dishahihkan Al-Albani dalam shahihul jami’ 4848).
  • Juga dari hadits Abu Hurairah ra bahwa beliau berkata:  “Teman setiaku Rasululloh Saw memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan shalat dua raka’at Dhuha, dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.” (HR. Bukhari No. 1180)
Puasa dibulan muharram, khususnya pada hari ‘Asyura (10 muharram)
  • Bulan muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah ra bahwa Rasululloh Saw bersabda:  “puasa yang paling afdhal setelah ramadhan adalah bulan Alloh: muharram,dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR.Muslim No. 1163)
  • Dan diantara hari-hari dibulan tersebut, lebih dianjurkan lagi berpuasa pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 muharram. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan sangat dianjurkannya berpuasa pada hari ‘Asyura. Diantaranya adalah hadits Aisyah ra bahwa beliau berkata: Adalah Rasululloh Saw  memerintahkan (perintah yang mewajibkan) puasa pada hari ‘Asyura. Maka tatkala telah diwajibkannya ramadhan, maka siapa yang ingin berpuasa maka silahkan dan siapa yang ingin berbuka juga boleh.” (HR.Bukhari No.1897 dan HR. Muslim No. 1125)
  • Dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Qatadah bahwa Rasulullah Saw ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, maka beliau menjawab:  “menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim No.1162)
  • Dan juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram, berdasarkan hadits Ibnu abbas ra bahwa beliau berkata: tatkala Rasulullah Saw berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata, wahai Rasululloh, itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Maka bersabda Rasululloh Saw, jika tiba tahun yang berikutnya, insya Alloh kita pun berpuasa pada hari kesembilan. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasululloh Saw wafat.” (HR.Muslim No.1134)
Puasa dibulan sya’ban
  • Diantara bulan yang dianjurkan memperbanyak puasa adalah dibulan sya’ban. Berdasarkan hadits Aisyah ra bahwa beliau berkata “Aku tidak pernah melihat Rasululloh Saw menyempurnakan puasa sebukan penuh kecuali Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. (HR. Bukhari No. 1868)
  • Kecuali pada hari-hari terakhir, sehari atau dua hari sebelum ramadhan, tidak diperbolehkan berpuasa pada hari itu, terkecuali seseorang yang menjadi hari kebiasaannya berpuasa maka dibolehkan, seperti seseorang yang terbiasa berpuasa senin kamis, lalu sehari atau dua hari tersebut bertepatan dengan hari senin atau kamis. Hal ini berdasarkan hadits Rasululloh Saw bahwa beliau bersabda:  “janganlah kalian mendahului ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari ,kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa. (HR.Muslim No. 1082).
Semoga jika ada keinginan bagi kita untuk mengamalkanya,, maka kita diberi kemudahan oleh Alloh Swt untuk ikhlas menjalaninya dan sesuai dengan tuntunan Rosululloh Saw. Dan yang penting lagi.. adalah perlu diingat bagi ikhwan-ikhwan untuk ikhlas melakukanya karena Alloh Swt. dan tidak ada tendensi lain selain untuk mengharap Ridho Alloh Swt.
Semoga 'amalan-'amalan sunnah ini bisa menjadi tambahan 'amal sholeh kita untuk menghadapi hari-hari dimana tidak berguna lagi kekuatan orang-orang kafir, tidak berguna lagi harta orang-orang kafir... sehingga hanya penyesalan yang akan di temui oleh orang-orang kafir tersebut...


Comments

Popular posts from this blog

ATM BNI, Cara menggunakan ATM BNI, Langkah-langkah ambil uang di ATM BNI, Cara Transfer di ATM BNI

ATM merupakan 3 huruf yang akrab sekali di kalangan mahasiswa, atau seseorang yang supersibuk dengan mobilitas tinggi dalam transaksi jarak jauh. ATM seringkali menjadi tempat pilihan bagi setiap orang yang menginginkan transaksi mudah dan cepat, serta tidak perlu sibuk-sibuk menunggu di gedung resmi bank, atau tidak perlu juga berhadapan dengan SATPAM, yang selalu ramah menyapa nasabah, tidak perlu cermat dalam melihat nomor antrian dll. ATM merupakan Automatic Teller Machine, yang menjadi perwakilan bank dalam melayani anda dimanapun anda berada.  


ATM BNI
ATM BNI kerapkali kita temui sebagai ATM yang memiliki corak yang khas dengan warna dominan orange dan hijau. ATM BNI ini merupakan salah satu fasilitas yang diadakan oleh BANK BNI ataupun BNI syari'ah untuk melayani nasabahnya dalam kemudahan bertransaksi.
Untuk sementara ini, seluruh ATM BNI yang dipakai dapat dilakukan transaksi yang berhubungan dengan BNI konvensional, dan BNI syari'ah serta beberapa bank yang masuk ker…

ATM BRI | Cara Menggunakan ATM BRI | Langkah-langkah mengambil uang di ATM BRI | Cara Transfer melalui ATM BRI

ATM BRI merupakan salah satu fasilitas yang dibikin oleh BANK BRI untuk mempermudah nasabah dalam mengambil uang atau transfer kapan pun,, dimanapun selama ada ATM BRI hal itu dapat dilakukan.


Sudah banyak dari kita mengetahui apa itu ATM, apa Kepanjangan ATM, maka dalam pembahasan kali ini kami tidak akan mengulanginya lagi,, karena singkatan ATM begitu tidak asing lagi di telinga kita. 



Cara Mengambil uang melalui ATM BRI Masukkan kartu ATM AndaPilih Bahasa,(Tips Aman Bertransaksi di ATM) Tekan LANJUTKANMasukkan PIN AndaPilih Nominal Uang yang anda ingin ambil, jika pilihan uang yang anda ambil tidak ada, pilih Transaksi LAINYA.





1.) Masukkan Kartu ATM BRI Anda,

Perhatikan arah memasukkan Kartu BRI Anda,, kurang lebih lihat foto di bawah ini,, Jika anda salah / keliru dalam memasukkan, maka otomatis mesin akan menolak kartu anda. Tetapi jika anda benar dalam mengarahkan masuknya kartu ke mesin ATM BRI,, maka anda akan mendapati 2 kemungkinan,, kemungkinan pertama kartu anda akan mudah …

Informasi Transportasi: Rute Perjalanan Bus Harapan Baru Banyuwangi-Trenggalek; dan Informasi Tarif

Bus Harapan Baru  ada mempunyai trayek perjalanan antara Trenggalek - Banyuwangi. Artikel tentang Informasi Transportasi kali ini saya tulis perihal informasi yang saya punya tentang rute perjalanan Bus Harapan Baru Trenggalek-Banyuwangi. Kita telah mengetahui bersama, bahwa informasi tentang alat transportasi itu sangat penting untuk diketahui oleh pemudik. Pengetahuan tentang informasi sebuah alat transportasi membuat pemudik lebih siap dalam mengarungi perjalananya seperti menyiapkan jumlah uang yang harus dibawa, kemana dia harus turun, serta memperkirakan lamanya perjalanan.



Bagi kalian para mahasiswa yang kuliah di Jember (Unej) dan sekitarnya..maka nama bus ini mungkin tidak asing lagi kedengarannya.. terutama bagi mahasiswa yang berasal dari Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan sekitarnya. Karena bagi anda terdapat 2 pilihan perjalanan dengan menggunakan bus atau menggunakan kereta api. Kalau anda menggunakan bus, anda bisa memakai Bus Harapan Baru, atau bisa juga memakai Bus …